Friday, August 25, 2006

Friday I'm in love

I don't care in monday//
tuesday and wendesday I don't care too//
Friday I'm in love...

Ini adalah ceritaku yang kesekian puluh kalinya kau dengar tentang perempuan itu. Juga tentang sebuah lorong dengan dinding penuh tempelan poster bergambar binatang, angka-angka dan benda benda. Lorong yang berujung pada sebuah ruangan persegi di lantai tiga dengan udara dingin dari kotak AC, tumpukan-tumpukan arsip, komputer, dan tentu perempuan itu. Hari itu ia mengenakan T-shirt oranye bergambar kura-kura. Ia membiarkan rambutnya yang di cat kemerahan itu dibiarkan tergerai, agak sagghy.
Saat aku memasuki ruangan di lantai tiga ujung lorong tangga itu, Ia tengah membolak-balik sebuah buku catatan. Udara dingin langsung menghambur, dari AC. Ah, betapa panasnya udara di luar daripada di dalam ruangan itu. Bagiku, ia pura-pura masih sibuk dengan lembaran-lembaran arsip itu, menyapaku dengan kaku mempersilahkanku seperti biasa. Seperti biasa? ya, terlalu biasa, mungkin sudah lusinan kali kulakukan dalam ruangan persegi itu.