Satu lagi tikus mati terlindas roda mobil. Aku melintas dengan cuek saja. Toh hanya seekor tikus, pemandangan biasa. Tubuh tikus itu memburai dengan otak yang muncrat, sketsa antara warna hitam kecoklatan bulu-bulu tikus, darah dan cairan otak. Hiiii....
Sisa Gerimis selama tiga hari mulai menggenangi aspal dan trotoir. Cahaya lampu berkilauan dan rembulan yang bulat penuh dibalik gumpalan-gumpalan awan. Sunggung suasana yang menakjubkan. Aku menggigil karena aku agak demam influensa. Berkali-kali gigiku gemerutuk, seperti melebihi gemuruh kereta yang lewat di depanku. aku berhenti sejenak memberi tempat pada kereta yang lewat itu.... permisi....
dan malam merabat lagi.... aku merambat lagi, melintasi aspal dan satu demi satu tikus yang mati.....
Sunday, February 04, 2007
Subscribe to:
Comments (Atom)
