Saturday, October 21, 2006
interlude
Rumahmu adalah rumah senja. Rumah yang dikelilingi rerimbun pohon, secangkir kopi pada meja dan seekor kucing hitam dengan keempat kaki berwarna putih melingkar di pojok lobby. Rumahmu juga rumah yang sederhana yang selalu sepi dan jauh dari keramaian kota. tapi dari rumahmu kau bisa melihat hiruk pikuk kota di kejauhan dan puluhan pesawat yang tinggal landas, bergemuruh di sepanjang hari. Kau selalu bercerita tentang keinginanmu mengekalkan saat seperti itu. ketika aku, engkau, dua buah cangkir kopi, makanan-makanan kecil dalam toples, sepotong pembicaraan dan seekor kucing yang melingkar dipojok lobby dengan pelataran bernunsa senja. Lalu satu demi satu kita membokar pembicaraan kita masing-masing. membuka-buka kembali catatan-catatan buruk dan tingkah laku buta. Kita juga menyaksikan perang berkecamuk dimana-mana. beberapa orang baru yang kita kenal, banyak orang yang kita sudah tidak tahu lagi keberadaaanya. Kita tak pernah membicarakan tentang masa depan, karena masa depan adalah sesuatu yang menakutkan yang bisa menghilangkan saat sepeti ini.
Subscribe to:
Comments (Atom)
