Friday, July 28, 2006

Don't let me dry

Benar! aku berjalan menyusuri jalan berliku di tepian sungai kotaku. Tetapi sungai itu mengering hingga ke bawahnya hanya tersisa rekahan-rekahan tanah. Aku mengulum bibirku sendiri yang kurasakan juga mengering, pecah-pecah. Udara panas di sepanjang jalan dengan pohon-pohon yang berdesakan oleh angin. Tak ada burung-burung yang bersliwer di langit siang itu. Terlalu kering. Orang-orang lewat dengan tergesa, mengenakan penutup kain pada mukanya. Enggan terkena udara yang berpolusi. Aku hendak menuju pada tempat perempuan jahanam itu. Sebuah nama yang selalu terngiang. Mengapa aku seperti menjadi budak bagi perempuan itu. Menjemput dan menghantarkannya tiap pagi dan petang? Sesaat perhatianku hanya tertuju pada sungai yang berliku di sepanjang jalan di pinggiran kotaku itu. Sungai yang mengering..... setidaknya aku sedikit sadar aku mulai mengering.

Monday, July 24, 2006

Starting Point

Alkisah seorang lakilaki yang lemah. Semenjak kecil ia sering didera sakit-sakitan sampai dengan saat ibu kandungnya meninggal, ia tak pernah sakit-sakitan lagi. Semenjak itu ia hidup seperti seorang pengelana. Ia hanya sesekali pulang menjenguk kampung halamannya, sebuah rumah di bawah rumpun pohon petai yang dulu ia saksikan sendiri ibunya sekarat dan meninggal karena gagal ginjal. Ia juga menyaksikan sendiri bagaimana detik-detik terakhir kematian kakeknya di sebuah hari raya di penghujung tahun 2005. Sampai kini ia seperti terbiasa seorang diri mencatat tiap jengkal perhentiannya..... dan entah kepada siapa catatan-catatan itu akan terlontar....