Friday, July 28, 2006
Don't let me dry
Benar! aku berjalan menyusuri jalan berliku di tepian sungai kotaku. Tetapi sungai itu mengering hingga ke bawahnya hanya tersisa rekahan-rekahan tanah. Aku mengulum bibirku sendiri yang kurasakan juga mengering, pecah-pecah. Udara panas di sepanjang jalan dengan pohon-pohon yang berdesakan oleh angin. Tak ada burung-burung yang bersliwer di langit siang itu. Terlalu kering. Orang-orang lewat dengan tergesa, mengenakan penutup kain pada mukanya. Enggan terkena udara yang berpolusi. Aku hendak menuju pada tempat perempuan jahanam itu. Sebuah nama yang selalu terngiang. Mengapa aku seperti menjadi budak bagi perempuan itu. Menjemput dan menghantarkannya tiap pagi dan petang? Sesaat perhatianku hanya tertuju pada sungai yang berliku di sepanjang jalan di pinggiran kotaku itu. Sungai yang mengering..... setidaknya aku sedikit sadar aku mulai mengering.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment